Jumat, 13 Juli 2012
Polisi
Ringkus Agen Judi Bola Piala Eropa

Oleh: Ahmad
Farhan Faris
Minggu, 17 Juni 2012, 21:17 WIB
Minggu, 17 Juni 2012, 21:17 WIB
INILAH.COM,
Jakarta - Demam sepak bola Piala Eropa 2012 di Jakarta nampaknya dijadikan
ajang perjudian oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kepolisian
sektor Tanjung Duren berhasil meringkus sub agen judi bola piala eropa di jalan
komplek Duta Mas blok B2. Tanjung Duren, Jakarta Barat. Sabtu (16/6) malam.
Kepala Unit Reskrim Polsek Tanjung Duren, AKP Budi Setiadi mengatakan, pihaknya berhasil meringkus dua orang tersangka dari penggerebekan judi bola tersebut.
"Saat di gerebek, didalam rumah itu ada sekitar tujuh orang sedang rapat merumuskan konsep perjudian. Namun, karena kami kekurangan anggota saat penggerebekan, maka yang tertangkap hanya dua orang, yaitu Rohadi kepala sub agen bersama anak buahnya Paryo," ucapnya kepada wartawan, Minggu (17/6/2012).
Hasil penggerebekan, lanjut Budi, polisi menyita beberapa barang bukti seperti uang tunai sebanyak Rp. 4.341.000, tiga unit handphone, dan satu lembar rekapan tagihan.
"Mereka beroperasi judi bola sudah satu tahun, karena kami tidak jaring semua, bisa saja omsetnya lebih dari barang bukti yang kami sita. Sebab, sekarang saat pila Eropa judi bola sedang marak," tambahnya.
Kata Budi, menurut keterangan tersangka kepada polisi, dirinya menyetorkan hasil judinya ke bos besar yang berada di Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara. "Tersangka dalam menjalankan aksinya memiliki 7 orang anak buah," lanjutnya.
Polisi, lanjut Budi, telah melakukan pengejaran terhadap bos besar yang berinisial J diwilayah Teluk Gong. Namun, sangat disayangkan pelaku sudah melarikan diri. Hanya ditemukan beberapa hasil buku rekapan judi.
"Omset judi yang hingga ke bos besar bisa mencapai ratusan juta rupiah, kami akan terus melakukan pengejaran, kepada bos besar tersebut," tutupnya.[jat]
Kepala Unit Reskrim Polsek Tanjung Duren, AKP Budi Setiadi mengatakan, pihaknya berhasil meringkus dua orang tersangka dari penggerebekan judi bola tersebut.
"Saat di gerebek, didalam rumah itu ada sekitar tujuh orang sedang rapat merumuskan konsep perjudian. Namun, karena kami kekurangan anggota saat penggerebekan, maka yang tertangkap hanya dua orang, yaitu Rohadi kepala sub agen bersama anak buahnya Paryo," ucapnya kepada wartawan, Minggu (17/6/2012).
Hasil penggerebekan, lanjut Budi, polisi menyita beberapa barang bukti seperti uang tunai sebanyak Rp. 4.341.000, tiga unit handphone, dan satu lembar rekapan tagihan.
"Mereka beroperasi judi bola sudah satu tahun, karena kami tidak jaring semua, bisa saja omsetnya lebih dari barang bukti yang kami sita. Sebab, sekarang saat pila Eropa judi bola sedang marak," tambahnya.
Kata Budi, menurut keterangan tersangka kepada polisi, dirinya menyetorkan hasil judinya ke bos besar yang berada di Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara. "Tersangka dalam menjalankan aksinya memiliki 7 orang anak buah," lanjutnya.
Polisi, lanjut Budi, telah melakukan pengejaran terhadap bos besar yang berinisial J diwilayah Teluk Gong. Namun, sangat disayangkan pelaku sudah melarikan diri. Hanya ditemukan beberapa hasil buku rekapan judi.
"Omset judi yang hingga ke bos besar bisa mencapai ratusan juta rupiah, kami akan terus melakukan pengejaran, kepada bos besar tersebut," tutupnya.[jat]
Manfaat Olah Raga Bagi Kesehatan
Olah raga merupakan gaya hidup sehat yang harus di biasakan sejak kecil agar di masa mendatang tubuh kita menjadi sehat dan tidak gampang terkena penyakit. Karena semakin tua tubuh kita secara otomatis daya tahannya akan semakin menurun. Dengan olah raga akan menghambat penurunan daya tahan tersebut.
Beberapa manfaat olah raga bagi kesehatan kita:
1. Meningkatkan kemampuan otak kita.
Olah raga bisa meningkatkan kadar oksigen di dalam darah kita dan mempercepat sirkulasi darah dalam tubuh kita terutama ke otak. Hal tersebut dipercaya bisa meningkatkan kemampuan otak kita.
2. Menunda proses penuaan.
Proses penuaan merupakan hal yang alami dan pasti terjadi, akan tetapi dengan olah raga proses tersebut bisa di kurangi lajunya.
Dalam kehidupan manusia sekarang ini stress adalah penyakit yang sering mendatangi kita karena tekanan hidup, tekanan pekerjaan,
tekanan ekonomi dan masalah-masalah kehidupan yang lain. Dengan olah
raga kita bisa mengurangi kadar stress dalam kehidupan kita.
4. Meningkatkan daya tahan tubuh kita
Aktivitas olah raga bisa meningkatkan
hormon-hormon dalam otak kita seperti adrenalin, serotonin, dopamin dan
endorfin, dimana hormon-hormon tersebut berfungsi untuk meningkatkan
daya tahan tubuh kita.
5. Menambah rasa percaya diri
Dengan olah raga yang teratur kita bisa mengontrol berat badan kita, sehingga kita bisa mencapai berat badan ideal dan kita memperoleh postur tubuh yang proporsional yang secara langsung bisa menambah rasa percaya diri kita.
Dengan sedemikian banyaknya manfaat olah raga bagi kesehatan tentunya kita harus melaksanakan gaya hidup sehat ini demi kesehatan kita sendiri.
Manfaat Belajar, Sesuatu yang Sering Terlupakan
Pernahkah kita tersadar, bahwa sebenarnya kita
memang sudah tahu betul apa manfaat belajar itu, tapi anehnya
terkadang atau malah sering kita terlupa akan berbagai manfaat yang didapat
dari suatu aktivitas belajar itu? Seperti apa contohnya? Misalnya kita mendapat
tugas sekolah atau kuliah, tapi anehnya terkadang kita lebih memilih ‘copy
paste’ hasil pekerjaan teman daripada kita mengerjakan sendiri, padahal
sebenarnya kita sudah tahu apa manfaat belajar itu, ya kan?

Padahal dengan kita mengerjakan tugas tersebut
maka kita bisa mendapatkan manfaat belajar itu sendiri, dari apa yang telah
kita kerjakan terhadap tugas yang ada. Terlihat sesuatu hal yang kecil memang
dari hanya mengetahui berbagai manfaat aktivitas belajar, tapi nyatanya jika
kita mengetahui yang sebenarnya dari manfaat belajar itu, maka kita seperti
mendapat suatu dorongan untuk melakukan hal yang akan sangat berpengaruh
terhadap kualitas diri kita di masa depan.
Pengerjaan tugas sekolah atau kuliah tadi
hanyalah sebagai contoh, tapi dalam kenyataan yang namanya belajar itu tidak
selamanya identik dengan aktivitas yang berhubungan dengan dunia pendidikan,
karena aktivitas belajar itu merupakan suatu aktivitas untuk mengetahui mau pun
mendapatkan pengalaman dari sesuatu yang baru.
Dengan kita berusaha untuk mendapatkan
pengetahuan dan pengalaman yang baru itu, maka kita bisa merasakan sendiri dari
manfaat belajar itu, tapi lagi-lagi kebanyakan dari kita biasanya memang
terlupa akan manfaat belajar itu sendiri, sehingga mengakibatkan kita tidak
jarang merasa enggan untuk memberbarui pengetahuan dan pengalaman yang sudah
didapat.
Bukan suatu hal yang tidak mungkin jika kita
mengatahui manfaat belajar itu kita akan termotivasi untuk lebih giat
dalam belajar supaya bisa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang lebih
baru lagi, daripada hanya sekedar pengetahuan dan pengalaman yang itu-itu saja.
Memangnya apa manfaat belajar itu?
Walah, masih belum sadar juga apa manfaat belajar
itu? Padahal sudah dari tadi saya menyampaikan beberapa dari sekian banyak
manfaat belajar. Yaps, salah satunya adalah kita bisa mendapatkan pengetahuan
dan pengalaman baru, atau jika diringkas akan berupa kata “Berkembang”. Dengan
terus berkembang maka kita bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik daripada
sebelumnya.
Jadi saya kira merupakan hal yang penting untuk
mengetahui berbagai manfaat belajar itu, supaya kita bisa lebih
termotivasi untuk terus belajar dari waktu ke waktu, sebab yang namanya waktu
itu kan terus berlalu, jadi sekiranya kita harus berusa untuk memanfaatkan
waktu yang terus berlalu ini dengan cara terus belajar dari waktu ke waktu.
Jika kita terus teringat akan berbagai manfaat belajar, maka itu akan menjadi
hal yang sangat menyenangkan.
Tapi itu hanya jika kita memang ingin menjadi
pribadi yang lebih baik, kalau memang ingin tetap sebagai pribadi yang seperti
saat ini, ya itu terserah Anda. Maka memang penting bagi kita agar terus
teringat akan berbagai manfaat belajar itu, supaya tidak akan ada lagi yang
namanya malas belajar yang mengakibatkan pengetahuan dan pengalaman kita hanya
sebatas itu-itu saja.
Jadi intinya, jika kita terus teringat dengan
manfaat belajar itu maka akan sangat
memotivasi sekali diri kita agar terus berupaya menjadi pribadi yang lebih
baik. Tidak lucu dong, kalau ngakunya tahu berbagai manfaat belajar
tapi kenyataannya pengetahuan dan pengalaman kita hanya sebatas itu-itu saja? 
Kami di Pendidikan.Network ingin membantu mengimplementasikan program pendidikan bermutu (dari KemDikNas) "Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM)," secara nasional. PAKEM sudah terbukti berhasil di ribuan sekolah di Indonesia tetapi sampai sekarang hanya dilaksanakan secara efektif di sebagian kecil sekolah kita karena jumlah SDM yang diperlui untuk melaksanakan pelatihan secara langsung di hampir 300.000 sekolah tidak terjangkau. Beberapa tantangan lagi adalah guru-guru kurang mengerti keuntungan dari prosesnya karena banyak guru sendiri kelihatannya belum mengalami pembelajaran-aktif maupun kontekstual waktu mereka belajar, jadi niat guru untuk merubah kelihatannya adalah rendah, sama rendah dengan kemampuan mereka untuk melaksanakan pembelajaran-aktif.
Cara kami untuk membantu melaksanakan
perkembangan mutu pendidikan adalah oleh nemberdayakan guru-guru di lapangan
dengan informasi yang tepat dan dapat dimanfaatkan secara langsung. Program kami untuk meningkatkan mutu guru adalah berbasis keadaan di lapangan (dapat mulai di semua sekolah di seluruh daerah sekarang) maupun menggunakan strategi-strategi yang memengarah ke Guru Yang Profesional, yaitu Guru Yang Mau Bertanggungjawab dan Aktif untuk Meningkatkan Kemampuan dan Profesionalisme Sendiri (Guru Yang Dapat Mandiri - Meningkatkan Profesionalisme Secara Swadaya). Kalau guru kita tidak dapat mandiri, bagaimana kita dapat berharap pelajar kita dapat mandiri?
Di Indonesia kita mendorong konsep "Life-Long Learning", Apakah Guru Sendiri Tidak Dapat Belajar Secara Mandiri? Apakah ini masalah dengan mutu guru kita, atau masalah yang diulangkan terus karena mind-set dan paradigma Pelatih Guru kita? Siapa yang paling beruntung dari kegiatan-kegiatan pelatihan guru? Kalau kita menuju guru kreatif dan profesional, pelatih-pelatih guru kita juga harus sangat profesional (menganalisa dan mencari solusi-solusi yang lebih baik dan profesional) Mengapa kita terus melanjutkan strtategi-strategi yang gagal dan tidak mungkin dapat dilaksanakan secara rutinitas untuk semua guru kita?
Kami sudah menyaksikan bahwa pelatihan yang dilaksanakan di luar sekoloah (yang tidak mengkaitkan semua stakeholders) terus gagal karena itu kebudayaan sekolah yang seringkali menggagalakan rencana untuk perubahan. Menggunakan ICT dan Internet untuk pembelajaran secara nasional tidak rialistik, kan?, maupun mengancam mutu pendidikan kita, kan?. Internet sendiri dapat menambah tantangan dan tidak efektif menghadapi isu-isu penting terkait Pelajar Yang Cerdas, kan? Maupun kayaknya "Facebook Sebabkan Mahasiswa Malas dan Bodoh". Bagaimana Dengan Siswa-Siswi Sekolah?.
Website kami sebagai sumber informasi untuk membantu meningkatan pengertian terhadap isu-isu perkembangan guru, juga downloads kami sebagai salah satu strategi untuk menyampaikan bahan pembelajaran ke Guru Pembina Perkembangan Sekolah (guru yang sudah cukup berpengalaman dengan Pembelajaran-Aktif). Kita tidak menggunakan ICT dalam proses pembelajaran karena proses meningkatkan mutu guru perlu pembelajaran-aktif, yang hanya dapat dilaksanakan oleh guru. Bahan kami dimanfaatkan oleh guru pembina untuk melaksanakan program perkembangan mutu pendidikan dengan semua guru yang mau berpartisipasi. Untuk sekolah yang belum dapat mengakses Internet (atau belum ada listrik :-) bahan-bahan dapat disampaikan lewat pos biasa.
Teknologi Canggih Hanya Sebagai
Distraksi Dari Isu Yang Betul Penting - Metodologi!
Kami mendukung Program Peningkatan Mutu Berbasis-Sekolah yang sangat Rialistik, Terjangkau dan Menuju Profesionalisme (Perkembangan Mutu Tanpa Batas).
Kami mendukung Program Peningkatan Mutu Berbasis-Sekolah yang sangat Rialistik, Terjangkau dan Menuju Profesionalisme (Perkembangan Mutu Tanpa Batas).
Dengan strategi begini kita dapat memanfaatkan
teknologi secara efisien dan efektif, dan tidak mengancam kreativitas yang terkait dengan
metodologi e-Learning atau Multi-Media-Based Learning, maupun tidak membuang waktu guru,
guru-nya tidak terpaksa mengakses atau mendownload bahan secara masing-masing (atau belajar online). Metodologi ini juga
sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran aktif (Di-Implementasikan Secara
Aktif).
Di Indonesia, pada umum, kita sudah lama mengutamakan pengetahuan, yang dipercaya adalah indikator kecerdasan bangsa. Tetapi selama beberapa tahun terakhir ini kami sudah terpaksa menghadapi beberapa isu yang mengancam perkembangan negara kita termasuk Jumlah Pengangguran, Lulusan Kita Kurang Kreatif, Inovatif, dan Tidal dapat Mandiri, dan isu-isu seperti Moral dan Karakter Bangsa - yang hanya dapat diatasi oleh pendidikan yang Holistik, Relevan dan Berarti.
Kita sudah membaca banyak informasi dari luar negeri mengenai konsep "Knowledge-Based" Society yang diterjemahkan menjadi Society "yang Berbasis-Pengetahuan". Tetapi pengetahuan saja, tanpa pikiran kritis, kemampuan analisis, sintesis, inovasi, dan kreativitas, dll. yang dikembangkan oleh pendidikan yang bermutu jelas tidak dapat mencapaikan bangsa yang cerdas.
Kita kayaknya tidak memperhatikan faktor utama di negara-negara lain yang mendukung konsep "Knowledge-Based Society", yaitu, mereka terus melaksanakan metodologi pembelajaran yang mengajak dan mengembangkan bangsa yang cerdas dan mampu menggunakan "knowledge" secara efektif, yaitu "Pembelajaran-Aktif dan Kontekstual" (PAKEM), yang adalah fondasi perkembangan SDM (manusia yang berkualitas, yang diberdayakan oleh pendidikan yang "Holistik dan Relevan").
Kita sudah puluhan tahun menyaksikan bahwa program-program berbasis pelatihan guru di luar sekolah-nya gagal meningkatkan kemampuan guru secara signifikan (sampai mutu pendidikan kita sudah menjadi krisis). Mengapa begini? Isu utama adalah motivasi guru untuk ikut program-program pelatihan begini (pada umum) adalah ekstrinsik (misalnya tinggal di hotel mewah, makanan disediakan, juga insentif eksrinsik yang lain-lain), bukan motivasi yang intrinsik yang mengutamakan profesionalisme. Juga seringkali guru-guru yang ikut kegiatan di luar sekolah bukan guru yang terbaik atau mampu utuk mengimplementsikan perubahan (Change) dan gagal.
Isu kedua adalah kebudayaan di sekolah guru-nya sendiri yang seringkali tidak mendukung perubahan (kemajuan), jadi setelah program pelatihan sudah selesai mereka kembali ke sekolahnya dan terus melaksanakan pembelajaran sesuai kebudayaan sekolah (tanpa kemajuan).
Kami sangat
mengerti bahwa "kita dapat mengantar kuda ke sungai, tetapi kita
tidak dapat memaksakan kuda-nya minum". Jadi supaya kita adalah
hemat dan efisien anggaran dan SDM kita, kita akan terfokus kepada
sekolah-sekolah yang ingin mengarah ke Sekolah Berstatus "Sekolah
Berkualitas".
Dan karena tantangan yang sangat penting seringkali adalah kebudayaan sekolah yang melawan perubahan, kita juga meminta persetujuan dan dukungan oleh Kepala Sekolah di sekolah masing-masing sebelum kita akan membagi SDM ke sekolah-sekolah.
Semua guru di seluruh Indonesia dapat ikut melaksanakan program kami karena program kami adalah Berbasis-Swadaya, program-nya berlangkah-langkah (sederhana), dan dapat diakses oleh Internet di warnet saja atau dapat dikirim lewat pos. Tetapi kami tidak dapat menjaminkan bantuan oleh SDM kami kepada sekolah yang tidak memberi komitmen bahwa mereka ingin maju dan siap merubah.
Kami adalah sangat konsern dengan perkembangan SDM bangsa kita dan kemajuan negara, dan kepercayaan kami sangat didukung oleh saran Wakil Menteri Pendidikan Nasional Profesor Fasli Jalal....
Di Indonesia, pada umum, kita sudah lama mengutamakan pengetahuan, yang dipercaya adalah indikator kecerdasan bangsa. Tetapi selama beberapa tahun terakhir ini kami sudah terpaksa menghadapi beberapa isu yang mengancam perkembangan negara kita termasuk Jumlah Pengangguran, Lulusan Kita Kurang Kreatif, Inovatif, dan Tidal dapat Mandiri, dan isu-isu seperti Moral dan Karakter Bangsa - yang hanya dapat diatasi oleh pendidikan yang Holistik, Relevan dan Berarti.
Kita sudah membaca banyak informasi dari luar negeri mengenai konsep "Knowledge-Based" Society yang diterjemahkan menjadi Society "yang Berbasis-Pengetahuan". Tetapi pengetahuan saja, tanpa pikiran kritis, kemampuan analisis, sintesis, inovasi, dan kreativitas, dll. yang dikembangkan oleh pendidikan yang bermutu jelas tidak dapat mencapaikan bangsa yang cerdas.
Kita kayaknya tidak memperhatikan faktor utama di negara-negara lain yang mendukung konsep "Knowledge-Based Society", yaitu, mereka terus melaksanakan metodologi pembelajaran yang mengajak dan mengembangkan bangsa yang cerdas dan mampu menggunakan "knowledge" secara efektif, yaitu "Pembelajaran-Aktif dan Kontekstual" (PAKEM), yang adalah fondasi perkembangan SDM (manusia yang berkualitas, yang diberdayakan oleh pendidikan yang "Holistik dan Relevan").
Kita sudah puluhan tahun menyaksikan bahwa program-program berbasis pelatihan guru di luar sekolah-nya gagal meningkatkan kemampuan guru secara signifikan (sampai mutu pendidikan kita sudah menjadi krisis). Mengapa begini? Isu utama adalah motivasi guru untuk ikut program-program pelatihan begini (pada umum) adalah ekstrinsik (misalnya tinggal di hotel mewah, makanan disediakan, juga insentif eksrinsik yang lain-lain), bukan motivasi yang intrinsik yang mengutamakan profesionalisme. Juga seringkali guru-guru yang ikut kegiatan di luar sekolah bukan guru yang terbaik atau mampu utuk mengimplementsikan perubahan (Change) dan gagal.
Isu kedua adalah kebudayaan di sekolah guru-nya sendiri yang seringkali tidak mendukung perubahan (kemajuan), jadi setelah program pelatihan sudah selesai mereka kembali ke sekolahnya dan terus melaksanakan pembelajaran sesuai kebudayaan sekolah (tanpa kemajuan).
Kami sangat
mengerti bahwa "kita dapat mengantar kuda ke sungai, tetapi kita
tidak dapat memaksakan kuda-nya minum". Jadi supaya kita adalah
hemat dan efisien anggaran dan SDM kita, kita akan terfokus kepada
sekolah-sekolah yang ingin mengarah ke Sekolah Berstatus "Sekolah
Berkualitas". Dan karena tantangan yang sangat penting seringkali adalah kebudayaan sekolah yang melawan perubahan, kita juga meminta persetujuan dan dukungan oleh Kepala Sekolah di sekolah masing-masing sebelum kita akan membagi SDM ke sekolah-sekolah.
Semua guru di seluruh Indonesia dapat ikut melaksanakan program kami karena program kami adalah Berbasis-Swadaya, program-nya berlangkah-langkah (sederhana), dan dapat diakses oleh Internet di warnet saja atau dapat dikirim lewat pos. Tetapi kami tidak dapat menjaminkan bantuan oleh SDM kami kepada sekolah yang tidak memberi komitmen bahwa mereka ingin maju dan siap merubah.
Kami adalah sangat konsern dengan perkembangan SDM bangsa kita dan kemajuan negara, dan kepercayaan kami sangat didukung oleh saran Wakil Menteri Pendidikan Nasional Profesor Fasli Jalal....
"JAKARTA, KOMPAS.com - Proses belajar-mengajar
di sekolah kerap membosankan dan tidak menyenangkan karena guru yang terlalu
dominan di ruang kelas.
"Siswa tidak diberikan kebebasan untuk mengekspresikan pendapat yang berbeda sehingga mematikan kreativitas siswa." -- Fasli Jalal
"Siswa tidak diberikan kebebasan untuk mengekspresikan pendapat yang berbeda sehingga mematikan kreativitas siswa," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal dalam diskusi panel Pendidikan Profesi Guru di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Sabtu (4/12/2010)"
"Siswa tidak diberikan kebebasan untuk mengekspresikan pendapat yang berbeda sehingga mematikan kreativitas siswa." -- Fasli Jalal
"Siswa tidak diberikan kebebasan untuk mengekspresikan pendapat yang berbeda sehingga mematikan kreativitas siswa," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal dalam diskusi panel Pendidikan Profesi Guru di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Sabtu (4/12/2010)"
Menumbuhkan Sikap Disiplin
Diri
A. Apakah Disiplin Diri itu ?
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, Disiplin berarti
melatih batin dan watak supaya perbuatannya menaati tata tertib. Disiplin diri
berarti melatih diri melakukan segala sesuatu dengan tertib dan teratur secara
berkesinambungan untuk meraih impian dan tujuan yang ingin dicapai dalam hidup.
B. Mengapa kita perlu disiplin ?
Disiplin diri akan terasa manfaatnya jika kita
memiliki suatu impian dan cita – cita yang ingin dicapai. Kita harus
mendisiplinkan ( melatih ) diri untuk mengerjakan hal – hal yang sesuai dengan
tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, di dunia ini dibuat peraturan –
peraturan yang disertai hukuman yang setimpal. Hal ini tidak lain agar setiap
manusia mau belajar hidup disiplin dan menaati aturan yang ada sehingga dunia
tidak kacau balau dan seseorang tidak dapat berbuat sekehendak hatinya.
C. Mengapa disiplin itu sulit ?
Kebiasaan yang kita lakukan akan menentukan masa depan
kita. Kebiasaan yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik, begitupun
sebaliknya, namun untuk membiasakan kebiasaan baik itu tidak mudah. Mengapa
demikian ?
- Manusia memiliki sifat – sifat mendasar seperti : cenderung bermalas -malasan, ingin hidup seenaknya mengikuti keinginan hatinya dan keinginan untuk melanggar peraturan – peraturan yang ada.
- Kita selalu menganggap pekerjaan sebagai suatu kewajiban apapun beban yang harus dilakukan, bukan sebagai kesenangan. Pepatah mengatakan “ kita akan lebih mudah menerapkan disiplin diri jika kita mencintai apa yang kita kerjakan ”.
- Manusia cenderung cepat bosan jika melakukan kegiatan yang sama dalam jangka waktu lama.
Tips untuk dapat hidup dengan
disiplin, dengan cara :
- Kalahkan diri sendiri.
- Lakukan kegiatan selingan sesekali di luar rutinitas.
- Fokuskan fikiran pada tujuan akhir yang ingin dicapai.
Tips untuk meningkatkan disiplin diri,
dengan cara :
- Tetapkan tujuan atau target yang ingin dicapai dalam waktu dekat.
- Buat urutan prioritas hal – hal yang ingin kita lakukan.
- Buat jadwal kegiatan secara tertulis.
- Lakukan kegiatan sesuai dengan jadwal yang kita buat, tetapi jangan terlalu kaku.
- Berusahalah untuk selalu dsiplin dengan jadwal program kegiatan yang sudah kita susun sendiri.
Disiplin diri merupakan suatu siklus kebiasaan yang
kita lakukan secara berulang – ulang dan terus menerus secara berkesinambungan
sehingga menjadi suatu hal yang biasa kita lakukan. Disiplin diri dalam
melakukan suatu tindakan yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan
akan manjadi suatu kebiasaan yang mengarah pada tercapainya keunggulan.
Keunggulan membuat kita memiliki kelebihan yang dapat kita gunakan untuk
meraih tujuan hidup yang menentukan masa depan kita.
Akhir kata, setelah kita semua mendapat materi ini
diharapkan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari agar apa yang
menjadi tujuan kita dapat tercapai. Satu hal penting, sebelum kita melakukan
sesuatu itu terlebih dahulu tetapkanlah tujuan atau target dan tidak menunda
sampai situasi sempurna.
Karena secara tidak langsung kita telah menyimpannya
di alam bawah sadar. Dan otomatis setiap tindakan yang akan kita lakukan
selaras dengan apa yang telah kita simpan itu. “ not only what you see is
what you get, but also what you think is what you get” . Kemudian lakukan
terus dengan disiplin sehingga kita mendapatkan apa yang kita inginkan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Blog Archive
-
2012
(20)
-
Juli(20)
- Manfaat dan Kegunaan Blog
- Dampak Negatif Perkembangan Teknologi
- Harga BBM Naik, Kepercayaan Konsumen Bisa Turun
- Hukum Nikah Beda Agama dalam Islam dan Kristen, Sa...
- Cara Budidaya Jamur Tiram di Daerah Panas
- Pacaran Pada Remaja – Karya Ilmiah January 26, 2011
- FUNGSI FACEBOOK DAN KEGUNAAN FACEBOOK
- Fungsi,Prinsip dan Asas Bimbingan dan Konseling
- Pengertian Bimbingan Konseling
- Pengertian Bimbingan Konseling
- Polisi Ringkus Agen Judi Bola Piala Eropa
- Manfaat Olah Raga Bagi Kesehatan
- Manfaat Belajar, Sesuatu yang Sering Terlupakan
- menjadi guru bermutu dan profesional
- Menumbuhkan Sikap Disiplin Diri
- CARA MENCARI UANG DI INTERNET ( gratis )
- Orang Terpintar Di dunia
- Kompetensi Konselor Profesional
- Konselor Profesional
- CUPLIKAN BUKU : FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN
-
Juli(20)
About Me
- Unknown
Blog Archive
-
▼
2012
(20)
-
▼
Juli
(20)
- Manfaat dan Kegunaan Blog
- Dampak Negatif Perkembangan Teknologi
- Harga BBM Naik, Kepercayaan Konsumen Bisa Turun
- Hukum Nikah Beda Agama dalam Islam dan Kristen, Sa...
- Cara Budidaya Jamur Tiram di Daerah Panas
- Pacaran Pada Remaja – Karya Ilmiah January 26, 2011
- FUNGSI FACEBOOK DAN KEGUNAAN FACEBOOK
- Fungsi,Prinsip dan Asas Bimbingan dan Konseling
- Pengertian Bimbingan Konseling
- Pengertian Bimbingan Konseling
- Polisi Ringkus Agen Judi Bola Piala Eropa
- Manfaat Olah Raga Bagi Kesehatan
- Manfaat Belajar, Sesuatu yang Sering Terlupakan
- menjadi guru bermutu dan profesional
- Menumbuhkan Sikap Disiplin Diri
- CARA MENCARI UANG DI INTERNET ( gratis )
- Orang Terpintar Di dunia
- Kompetensi Konselor Profesional
- Konselor Profesional
- CUPLIKAN BUKU : FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN
-
▼
Juli
(20)
Diberdayakan oleh Blogger.





